Niaspedia

Melancong di Pulau Nias, Yuk ke Nias Barat yang Simpan Potensi Laut Nan Mempesona

Melancong Ke Pulau Nias, Harus Mampir Ke Nias Barat yang Simpan Potensi Laut Nan Mempesona.

Dilansir di Tribunnews.com – Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam, budaya serta destinasi wisata yang beragam, ini tentunya menjadi faktor yang mendorong banyak wisatawan domestik maupun mancanegara tertarik untuk melakukan eksplorasi.

Suguhan pemandangan yang indah pun banyak ditawarkan berbagai destinasi wisata yang tersebar dari Miangas hingga Pulau Rote.

Melancong di Pulau Nias, Jelajah dulu Nias Barat…

Satu diantara begitu banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi itu terletak di Pulau Nias.

Perlu diketahui, Nias merupakan pulau dan kepulauan yang terletak di sebelah Barat Pulau Sumatra.

Secara administratif, pulau ini masuk dalam wilayah provinsi Sumatra Utara.

Jika kamu mengunjungi pulau ini, kamu akan mendapatkan pengalaman wisata yang sangat menarik, karena Nias memiliki beragam objek wisata.

Mulai dari objek wisata yang menawarkan olah raga yang memicu adrenalin seperti selancar dan menyelam (diving), hingga wisata yang sarat sejarah dan budaya yakni rumah tradisional dan hombo batu atau lompat batu.

Nias memiliki luas wilayah 5.625 km persegi dan penduduknya yang nyaris mencapai 1.000.000 jiwa.

Nah, di pulau ini terdapat 5 daerah administrasi, 1 kota dan 4 kabupaten.

Co-Founder NIASPedia, Wardaniman Larosa mengatakan Nias merupakan pulau yang menyimpan sejuta pesona dan tidak kalah menawannya dari Bali.

“Nias itu keren banget, tidak ada duanya, saya objektif ya bahwa kalau dari sisi kita lihat Nias itu dibandingkan dengan Bali, lebih bagus lagi objek wisata Nias sebenarnya,” ujar Warda, dalam talk show live Instagram NIASpedia bertajuk ‘West Nias Tourism’, Rabu (13/10/2021) sore.

Pulau Nias, kata dia, menyimpan potensi pariwisata yang begitu besar karena masih banyak destinasi wisata yang wajib untuk dieksplorasi.

Sehingga momen liburan kamu tidak akan membosankan jika berkunjung ke pulau ini.

Karena di Nias, kamu bisa mengunjungi beragam destinasi wisata menarik dan unik tentunya.

“(Destinasi wisata) itu banyak banget dan nggak akan membosankan,” jelas Warda.

Kendati demikian, ia menyadari bahwa masih ada kendala yang membuat potensi pariwisata di pulau Nias belum tergali secara maksimal.

Hal itu disebabkan biaya transportasi yang masih dalam kategori lebih mahal jika dibandingkan dengan Pulau Dewata Bali.

“Cuma yang menjadi kendalanya itu, kalau menurut saya mungkin transportasi yang mungkin mahal dari Jakarta ke Nias, dibandingkan dari Jakarta ke Bali misalnya, mungkin itu yang agak mahal,” kata Warda.

Namun, Warda menekankan ‘biaya mahal’ tersebut akan ‘terbayar lunas’ saat kamu menginjakkan kaki di pulau itu.

Karena kamu bisa mengeksplorasi kekayaan alam gugusan pulau ini sebagai salah satu potensi pariwisatanya.

“Tapi nggak apa-apa, itu akan bisa terbayarkan kalau sudah sampai di Pulau Nias, luar biasa itu objek wisatanya,” tegas Warda.

Terkait potensi pariwisata ini, Nias Barat menjadi wilayah kabupaten yang memiliki destinasi wisata paling menarik.

Kabupaten Nias Barat memiliki ibu kota bernama Lahomi dan penduduknya mencapai 127.120 jiwa.

Di kabupaten ini terdapat 10 pulau, 5 diantaranya merupakan pulau yang tidak berpenghuni.

Sedangkan pulau-pulau di kabupaten ini yang memanfaatkan daya tarik dari keindahan lautnya adalah Pulau Bawa, Pulau Asu, Pulau Bogi, Pulau Hinako, Pulau Imana, Pulau Herunga, Pulau Lengu dan Pulau Hamatula.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Barat terus menata 10 kawasan destinasi pariwisata dan menjadikannya sebagai destinasi wisata yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Nias Barat.

Destinasi wisata tersebut antara lain Rumah Adat Nias Barat di Desa Sitolubanua, Berselancar di Pulau Asu, Panorama Pantai Sirombu, Bebatuan Bertumpuk di Pantai Falaete, Keunikan Pantai Fari’i, Eksotisme Danau Pulau Bawa, Situs Megalitikum di Lahomi, Desa Lolozirugi dan Desa Sisarahili.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Putri Pariwisata Nias Barat 2018, Necis Daeli mengatakan ada sejumlah destinasi wisata yang ia rekomendasikan untuk masuk dalam daftar lokasi wisata yang wajib dikunjungi di Nias Barat maupun kabupaten lainnya.

Ia menyebut Pulau Asu sebagai destinasi pertama yang wajib dikunjungi jika melancong ke Nias Barat.

Karena pulau tersebut, menurutnya, sangat eksotis dan memilik warna tosca yang begitu menawan pada lautnya.

Menurutnya, Pulau Asu ini dapat menjadi lokasi yang cocok bagi siapapun yang membutuhkan privacy dan ingin melepaskan rasa lelah serta stress untuk sementara waktu.

Karena Pulau Nias memiliki beragam destinasi wisata pada tiap kabupatennya, Necis pun menyebutkan destinasi wisata di kabupaten lainnya yang tidak kalah menarik.

Ia mengaku sangat senang dan tidak pernah bosan saat mengunjungi Pantai Soraki dan Lagundri.

“Terus yang kedua bisa ke Nias Selatan, ke Pulau Mataluo bisa belajar sejarah sama budaya di situ, terutama (pantai) Soraki dan Lagundri, saya tidak pernah bosan datang ke sana,” jelas Necis.

Lalu jika kamu ingin ke Gunung Sitoli, destinasi wisata yang bisa kamu sambangi adalah Air Terjun Humogo.

Sedangkan jika ke Nias Utara, kamu bisa mengunjungi Pantai Turelotu yang sangat indah.

“Kalau ke Gunung Sitoli ada Humogo, terus kalo kita ke utara ada Turelotu, masih banyak lagi,” papar Necis.

Di Gunung Sitoli juga terdapat taman kota yang bisa kamu kunjungi untuk sekadar refreshing.

Jika kamu gemar mencicipi kuliner lokal suatu daerah, kamu bisa mencoba jajanan yang dijual di tepi jalan area tersebut.

“Nah di Gunung Sitoli tentunya ada kayak taman kota juga, sebagai hiburan bisa, sambil menikmati kuliner yang ada di sepanjang pinggiran jalan taman kota itu,” tutur Necis.

Necis menekankan bahwa ada begitu banyak destinasi wisata di Pulau Nias secara keseluruhan yang bisa disambangi dari Nias Barat hingga ke Gunung Sitoli.

“Banyak sekali tempat-tempat wisata yang ada di Nias ini yang patut sekali kita kunjungi. Kalau misal ingin ke Barat, bisa nanti kita bawa jalan-jalan, ke Selatan juga bisa, ke Utara Nias, Gunung Sotoli mungkin,” kata Necis.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa pariwisata suatu daerah bisa disebut berkembang jika telah memenuhi beberapa aspek penting dalam pengembangan pariwisata, mulai dari aksesibilitas hingga atraksi.

Terkait aspek aksesibilitas, kata dia, infrastruktur di Nias Barat masih perlu dibenahi karena sejumlah akses yang menuju lokasi wisata di kabupaten ini tergolong kurang layak.

“Berbicara tentang aksesibilitas, itu mungkin salah satu kelemahan kita, salah satu kekurangan juga yang masih belum terpenuhi. Di mana akses menuju beberapa tempat di Nias Barat ini jalannya mungkin masih kurang bagus,” jelas Necis.

Necis menyampaikan bahwa hal ini perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, agar upaya dalam mengembangkan sektor pariwisata di wilayah tersebut dapat berlangsung optimal.

“Nah itu yang harus menjadi perhatian pemerintah dalam mengembangkan pariwisata,” papar Necis.

Menurutnya, jika akses jalannya tidak rusak, maka para wisatawan pun akan merasa puas karena tidak harus membuang waktu lama dalam perjalanan menuju destinasi tersebut.

“Bagaimana pengunjung atau para wisatawan mau berkunjung ke suatu daerah untuk melihat daya tarik tersebut, kalau misalnya mulai dari akses saja tidak bisa atau masih kurang bagus, dia mungkin bisa merasa bosan atau capek di jalan (menuju lokasi wisata),” tegas Necis.

Sementara itu, selain akses yang harus diperbaiki, destinasi wisata di Nias Barat juga harus memperhatikan ketersediaan penginapan hingga pelaku ekonomi kreatif (ekraf).

Begitu pula untuk fasilitasnya yang harus memadai dan bisa memenuhi kebutuhan para wisatawan.

“Mungkin di beberapa daerah wisata belum ada penginapan, pelaku wisata dan lain sebagainya. Fasilitas juga masih kurang terpenuhi, sarana prasarana,” tutur Necis.

Dalam tiap destinasi wisata, diperlukan adanya atraksi yang dapat menarik perhatian para wisatawan.

Ia pun menyarankan agar atraksi yang berasal dari Nias Barat dan Pulau Nias lebih digaungkan.

“Terus selanjutnya atraksi, mungkin kalau boleh atraksi-atraksi yang (dipromosikan) berasal dari Pulau Nias pada umumnya dan Nias Barat pada khususnya,” kata Necis.

Sumber : tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

 

 / 

Masuk

Mengirim Pesan

Favorit saya